header2
Uncategorized, Catatan HarianJanuary 15, 2012 2:26 pm

Tuhan memberikan duri yang tajam hingga membuatku menangis itu karena Tuhan ingin aku belajar untuk bertahan, bersabar, belajar, berikhtiar dan percaya bahwa nanti duri yang pernah diberikan kepadaku adalah bagian dari bunga mawar yang indah, elok dan wangi.

Tyas,22th –jobseeker-

Yaaapppppp….!!!
Itu adalah aku.
Udah berbulan-bulan aku lulus dari kampusku, berbulan-bulan mencari pekerjaan namun ternyata Tuhan belum mengijinkan aku untuk bekerja. Kenapa?? Who knows??

Sedih? Jelas laahhh……

Tiap hari kerjaannya online, buka jobsDB, jobstreet, dan beberapa situs lowongan kerja lainnya hanya untuk meng-klik “Apply” disitusnya. Pernah beberapa kali dapet panggilan interview di ibu kota. Dan beberapa dari panggilan itu aku menyempatkan hadir untuk interview. Namun, ternyata belum lolos juga. Dan semakin lama semakin menipis persediaan uang untuk riwa-riwi Semarang – Jakarta – Semarang.

Tadinya, para sedulur pengennya aku stay dulu untuk sebulan disana. Cari kerja di ibu kota, namun aku ga tega ninggalin rumah dalam keadaan yang berantakan banget. Iya… karena rumah lagi dalam renovasi, jadi otomatis berantakan dan tiap hari kotor. Setiap hari pula setelah para tetukangan itu pulang aku harus membersihkan rumah agar nyaman dan kalo disaat-saat tertentu kita musti mindah-mindahin barang. Nah kalo aku ga ada, ga kebayang deh ayah sama mama kerja sendirian. Ya kalo adek mo bantuin, kalo enggak bearti beliau kerja sendirian. Aku ga tega banget lah.

(more…)

Uncategorized, Catatan HarianMarch 2, 2011 1:32 am

Aiiihhhh…. Pada nyadar ga ya?? Kalo ternyata kita itu lagi kecanduan teknology. Bener lhoo…. Technology sekarang bener-bener memanjakan banget deh. Aku salah satu yang termasuk kecanduan technology. Dan aku pengen banget bisa melepas technology dikit-dikit. Biar ga kecanduan banget gituuu…

Bayangin aja nih, terjadi sama hidupku. Bangun tidur langsung nyalain laptop, dengerin lagu-lagu buat pengantar aku mulai ‘kerja’. Kalo kerjaan udah selese, balik lagi ke laptop, login skype, WM, YM, facebook, twitter. Semuanya langsung OL. Terus bis itu biasanya buka word udah mulai nulis deh. Nulis lanjutin skripsi, nerusin novel atau sekedar bikin cerpen biasa gt. Kalo lagi males, cumin dengerin lagu-lagu aja sambil tiduran dan baca buku. Membiarkan semuanya OL.

Habis itu mpe mau tidur juga laptop nyala terus. Selama aku OL terus, bearti laptop nyala terus, meskipun orangnya belum tentu didepan layar. Hahaa….

Sebenernya aku menyadari, pola hidup yang kayak gini - Yang bergantung dengan technology-technology yang memanjakan ini,- kayaknya ga begitu baik deh. Jujur ini buat aku males banget beranjak dari kamar. Semua fasilitas ada gitu. Koneksi internet, laptop, handphone, tv. Ada semua… buatku ini kacrut banget, alias jeleeeekkkk banget.

So, sebenernya aku pengen banget, mencoba sehari tanpa laptop, handphone, tv. Kalo tv sih mungkin bisa, soalnya intensitas aku dalam nonton tv ga seheboh aku berselancar didunia maya. Terlalu tinggi aku.

Kalo pun misalnya koneksi dirumah lagi bermasalah, biasanya aku langsung lari ke handphone yang fasilitasnya lumayan lah buat berselancar. Ga parah-parah amat gitu. Rasanya sulit aja, kalo sehari ga ada koneksi gitu. Kaya ada yang kurang rasanya. Rasanya ga afdol kalo ga maen internet. Hahaa…. Parah yaa??

Pagi tadi, iseng ngobrol-ngobrol sama mama, tentang pola hidup. Mama bilang,’ coba kalo dirumah ga ada koneksi internet. Apa kamu betah dirumah?? Bisa sehari tanpa maen internet??’. Aku cumin nyengir aja, dan berdalih ‘kalo ga ada koneksi internet dirumah, bearti ga ada pemasukkan uang donk mah, kan koneksinya buat dibisniskan, bukan buat kepentingan pribadi aku atau adek aja’. Hehehee….. –pinter ngeless nya yaa???- :D

Namun, sejujurnya dalam hati aku juga mikir sih. Rasanya aku pengen lepas dari seperangkat technology yang ada dihidupku. Laptop dan handphone terutama. Aku pengen tinggal di desa yang udaranya sejuk, tanpa technology. Laptop, handphone dan koneksi internet. Apakah aku bisa?? Hahaa…. Kalo kayak gini nih, jadi pengen ke puncak ato ke salatiga yang pelosooooookkkkkk banget deh. Mencoba hidup selama seminggu gitu disana, tanpa itu semua. Bisa ga yaa???

Itung-itung sekalian theraphy biar ga kecanduan technology. Laptop rusak aja, udah mencak-mencak, handphone lowbat udah kebingungan. Parah banget deh akuuu…. =.=’

So, beneran deh, aku mo coba LEPAS dari yang namanya kecanduan technology. Lepas, bebas dan tak terikat. *Halaaahhh* :D

UncategorizedMarch 1, 2011 1:56 am

Huaa…. Blog-ku penuh sawangnya, hahaa…. *bersih2blog*

Good morning my blog, good morning everyone. Welcome March… :)

Awal bulan nih, artinya saatnya menumbuhkan semangat baru nih, buat meraih masa depan. Iya… masa depan.! Karena masa depanku nanti berawal dari sini. Hohoo…

Well, awal bulan jadi punya sedikit harapan. Salah satunya adalah aku BISA melupakanmu. Aku BISA menganggapmu hanya ORANG BIASA. Seorang teman dan ga lebih. Itu aja… karena apa?? karena aku udah CUKUP SAKIT sama kamu. Apapun tentang kamu.

Berhari-hari bahkan berminggu-minggu aku berfikir dan terus berfikir, tentang aku, tentang kamu dan tentang keinginanku. Aku benar-benar galau, bimbang, cemas dan sebagainya. Bener-bener deh bener-bener kacrut banget dan random banget hidup aku. Hanya gara-gara KAMU. Nyebelin ga sih?? Hahaa… nyebelin banget…

Finally, setelah aku bertapa berminggu-minggu sejak ‘kejadian itu’. Aku mau melepasmu, biar kamu bahagia dengan ’selir-selir’ mu dan puas dengan pesona yang kamu bangun kepada ‘wanita-wanita’ itu. *Halahhh…. lebbaaayyyy ikh* :D

Intinya, sutralah boookkk… aye ga peduli lagi sama ente. Like i care, who love you?? I’m not care anymore boy...

Huahahaa….

Bener yang dikatakan mama,

nikmatilah masa sendirimu sebelum kamu memutuskan untuk menikah dan berpasangan dengan seseorang. Sabarlah menanti apa yang Allah janjikan padamu, daripada kamu menuntut apa yang belum menjadi hak-mu.
Hohohooo…

So awal bulan ini, aku pengen menganggapmu hanya sebagai teman biasa, dan lagi skripsiku harus cepet selesai. Harus kembali mengumpulkan semangat untuk meraih masa depan. Karena jalanku masih panjang, nantinya akan kutemui terjalan, kelokan, dan persimpangan, dan aku harus siap dengan itu semua.

Bismillah… Nawaitu… semoga Allah selalu melindungi-ku dimanapun aku berada. *Amin

So…. let’s make dream come true guys… Coz, live must go on.!

UncategorizedJanuary 17, 2011 1:42 am

In sequel of Twilight – Saga written by Stephenie Meyer, the author tells about vampire, werewolf and the human.

Jacob Black in Eclipse
In third book entitled Eclipse, the author continue this story. Edward and Bella, finally become one again. Edward promise to Bella, that he will never leave her alone if she does not want to be alone. It makes the gap between Bella and Jacob, because Jacob does not like vampire, and Edward too.
The story is opened with the revelation that Seattle, Washington is being plagued by a string of murders. Edward suspects that it is caused by a new vampire who is unable to control his thirst for human blood. Meanwhile, Victoria still wants to kill Bella and it makes Bella so depressed.

Her father, Charlie, wants Bella to make friendship again with Jacob Black, and she will try. Bella explains to Edward about her desire to see her friend, Jacob Black, a werewolf. Edward rejected, because it can make her threatened. Bella insits to meet him, when Edward hunting in the forest, Bella goes to La Push to see Jacob Black. Edward was furious when he knows that Bella goes there and he rushes back from the hunt. After negotiations with Alice, Alice agree to hostage Bella, when Edward go hunt. But in fact, Jacob does not stay silent to know that Bella is at the hostages. Jacob wants to hostage Bella too from Cullen’s house.
When Alice take Bella for hostage in her house, there is an incident at Bella’s house. Several pieces of clothes and a pillows she uses everyday disappeared. Bella guess that Alice pick up her clothes when she was a hostage. But, Alice said that she does not do anything.

Finally, Edward permit her to visit La Push, after he believes that she can go and come safety and Jacob can trust he. Jacob invites Bella to come to a bonfire party held by a herd of werewolf in La Push, finally Bella knows the legend of the Werewolf and why are they hate vampires very much. It is narrated by Billy Black Quil’s grandfather.

On one of these visits, Jacob tells Bella that he is in love with her and wants her to choose him instead of Edward, but Bella says she just sees him as a friend. To that, Jacob forcibly kisses her and she reacts by punching him in the face, spraining her hand while not even leaving a scratch on him.

Meanwhile, Alice can see that Victoria, a vampire who is hunting Bella for revenge, has returned to Forks. In Seattle, now is more dangerous, because there are more murder and lost people. A group of vampire who is still new and uncontrolled do that. It makes Cullen’s family worry, because the people will know they society, if it occurs continuously.
(more…)

UncategorizedOctober 25, 2010 10:20 pm

Assalamualaikum wr wb.

Uwaaa…. blog aku udah banyak sawangnya deh… maaf ye, lama tak ku kunjungi… Hehee

Haduuhh… lama ta’ curhat2 bareng lagi sepertinya, sekarang pengen curhat lagi deh. Hihihiii

Hmmm… sebenernya aku lagi bingung banget deh dengan yg terjadi akhir2 ini sama aku. Terutama tentang dia. Dia yang udah bikin aku ketawa dan lupa bagaimana aku kehilangan dia yang laen. Dia yang bikin aku merasakan sakitnya ditinggal [lagi] ketika meremove ku. Dan dia pula yang kembali, memasang panel-panel pada reruntuhan hatiku dan lalu menyambungnya seperti dulu.

Kalo aku boleh tanya sih, sebenernya gmn sih keadaan hatimu? dan apa sih maumu? kamu bilang padaku A, namun kau bilang dengan yang lain B, aku jadi gusar dan bingung. Hmmmm…. dan lagi ga pernah ada kejelasan darimu.

Di satu sisi, seorang ustad berkata padaku agar aku membuka hati untuk yang lain, barangkali jika aku tak berjodoh dengannya, aku bisa menemukan yang lainnya juga.

Dan, disinilah hatiku berada. Mulai membuka hati dan diri untuk yang lain, ternyata banyak yang menyambutnya. Hehehee…jadi sadar aku kalau selama ini sebenernya aku ga pernah sendiri. Dan lagi, hmmmm…. ada lah yang sedang menganggu hatiku atau bisa dibilang menggoyahkan aku. Tapi, mungkin harus kusimpan rapat-rapat deh. Karena kufikir ini bukan waktu yg tepat untukku menjalin asmara.

Eniwei, sekarang emang lagi sibuk-sibuknya aku. Belum lagi nanti november aku udah kembali menjadi ‘ibu rumah tangga’ yang ngurusin ayah dan adekku. Benar-benar akan dibuat sibuk deh semester ini. Skripsweetku yang harus kejar deadline, Maret lah paling enggak udah maju sidang, yang kedua kerjaanku yang entah kenapa malah mulai rame disaat aku udah jalan dengan skripsweet ku, mudah2an aja ga ada kacau balaunya. Takutnya malah skripsweetnya kacau terus karena kerjaanku yang menumpuk. Yaa… tapi mudah2an semua bisa berjalan dengan lancar deh, dan hidup beriringan karena memang April nanti jika aku telah wisuda, aku akan keluar dari zona aman, dan keluar dari kota yang telah membesarkan aku dan mengajariku banyak hal.

Hmmm… hubungannya dengan hatiku yang sedikit gempa karena hadirnya seseorang yang ‘new’, hehe… apasih enaknya manggilnya, kok aneh banget. Hmmmm… gmn jika aku memanggilmu si Jari Lentik, hehe… karena aku suka jarimu yang lentik dan panjang. Sama seperti aku suka dengan mata lelahnya yang selalu memancar dari wajahnya. :D

Hmmm…. entahlah siapa yang menjadi jodohku kelak, aku tidak berani berspekulasi, bukan waktunya untuk itu soalnya. Konsentrasiku harus penuh kepada skripsweet dan kerjaanku, biar semua berjalan sesuai schedule dan rencana. Hehee…
Kalo sekarang sih statusku sebenernya ‘berpacaran dengan skripsweet’ sih… Hehheeee…. :D

So, slogan yang pas untuk saat ini ‘NOTHING LOVE BEFORE SKRIPSWEET’.! Biar ga mengganggu kuliah dan kerja, untuk sementara hatinya aku tutup dulu. Biar tak goyah dan focus untuk masa depan.

SEMANGAT…!!!! CAYYYOOOO…!!!

Wassalamu’alaikum wr wb.

share ilmuOctober 18, 2010 6:15 am

“Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur……”

Sobat semua, pada tau kan doa diatas artinya apa?? Pasti tau donkk…

Hmmm…. akhir-akhir ini banyak banget renungan tentang pernikahan yang mampir dan hinggap selama berhari-hari dalam pikiran, wall facebook, sms dan lain sebagainya.

Renungan pernikahan ini cocok banget dah buat anak-anak muda seperti aku yg lagi ngebet banget kawin muda, atau bahkan yang sudah berumah tangga selama bertahun-tahun atau yang baru saja menjalani.

Pernikahan?? Apa sih?? Penting ga??

Ya penting ga penting sih, karena pernikahan itu-kan mengikuti sunah rosul, dan orang yg telah menikah bisa dibilang telah

menyempurnakan setengah dien-Nya. Kalau ada orang yg memilih untuk tidak menikah, ya itu hak nya dia juga sih, tapi mau disalurkan kemana hasrat dari hormon2 testoteronnya?? haeeooo…. masak ya mo sembarangan jajan ato sama sembarang orang?? selain zina, itu juga ga sehat, ga baik juga. Bisa kena penyakit macem2 tuh gara2 sering2 gonta ganti pasangan dan ‘jajan’. Hahaaa…. :D

Eniwei, jujur sih yaa… aku emang pengen nikah muda, dan dalam kacamata saya [sekilas], aku telah menemukan seseorang yang ingin aku ajak untuk mengarungi bahtera rumah tangga, tapi dari beliaunya ga tau nih, mau ato enggak. Yaahhh….kalo jodoh juga ga kemana kok? :p

Lanjjuuutttt…..

Nah, dalam masa penantian seperti ini sambil menunggu skripsiku kelar dan lulus, aku banyak belajar dari perkawinan beberapa orang terdekat yang memberikan gambaran baik secara jelas maupun enggak. Tapi dari itu semua, aku bisa belajar jikalau nanti rumah tanggaku seperti itu.

Guys, masih inget dengan noteku “Jika [itu] alasanmu [untuk] menikah”??

Dalam notes itu dijelaskan tentang kisah sahabatku yang udah aku anggep sodara sendiri yg bener2 miris deh. Juni kemaren, dia akhirnya menikah dengan si cowoknya ini, dan kemaren, beberapa hari yang lalu, barusan aku ketemu dia, jalan-jalan dan cerita-cerita gitu dehh…

Banyak kenyataan yg baru aku tau dari Sebelum terjadinya pernikahan hingga saat ini dia udah hamil 4 bulan. Aku ga mungkin menceritakannya disini, karena terlalu umum dan miris aja. Aku cuman nangis, iyah… nangis… karena aku sendiri juga ga tau harus berbuat apa?? Aku hanya mampu buat mendengarkan dia cerita, tanpa bisa berbuat apa-apa. Aku hanya membatin dalam hati, seandainya yang ada diposisi dia adalah aku?? apa yang akan aku lakukan??

Intinya, rumah tangganya tidak berjalan dengan baik, bahkan si suaminya udah ga bekerja, yang kerja sahabatku itu, padahal dia lagi
hamil 4 bulan. Si suaminya ini kerjaannya cuman ngomel-ngomel dan nyuruh temenku gawean rumah tanpa kenal waktu. Padahal kita tahu, bahwa wanita hamil itu harus banyak istirahat, ga boleh stress, ga boleh banyak tekanan juga kan. Apalagi hamil anak pertama hamil muda lagi. Ckckckkk….

Trus, seluruh keluarganya menyuruhnya untuk MENCERAIKAN suaminya.!

tapi dia ga mau, karena dia terlalu cinta sama suaminya, udah termasuk dalam cinta buta yang ga bisa diapa-apain. Dia terus ingin bertahan berada disampingnya, menemani suaminya kemanapun sisuami pergi, dan sisuaminya juga ga mau melepas sahabatku.

Pernah nih malem2, saking ga tahannya, sahabatku ini pulang kembali kerumah orangtuanya, trus dia sms aku dan cerita2 minta masukan. Belum sempet aku membalasnya, tau2 ada sms masuk lagi yang isinya si suaminya dateng kerumah orangtuanya buat nyari dia dan menyeretnya pulang.

Aku belum pernah berumah tangga, jadi aku ga pengalaman dalam hal ini. Siapa yang salah dan siapa yg benar aku juga ga paham. Namun, jika saat itu aku berada di posisinya, aku pasti juga berusaha buat kuat dan kalo ga tahan aku pasti akan lari ke orangtuaku. Mencari perlindungan, meskipun aku telah bersuami. Namun jika KDRT atau sejenisnya terus berlangsung dalam rumah tanggaku, aku bisa apa lagi?? salahkah jika aku berlindung pada orangtuaku dalam keadaan seperti ini?? [misalnya].

Kasus lain lagi aku temukan dalam rumah tangga sodaraku. Hingga notes ini diturunkan, mereka masih berseteru dengan garang. Padahal mereka telah memiliki 2 anak. Mereke mau bercerai karena dari si istrinya yang ga setia dan ketawan selingkuh. Sebenernya si suaminya udah memaafkan kelakuan si istri yg selingkuh ini, tapi si istrinya tetep minta cerai dengan dalih si suami ga bisa MENAFKAHI DENGAN CUKUP atau dengan kata lain EKONOMI YANG GA MEMADAI. Si suami udah berusaha mati-matian untuk menghidupi keluarga kecilnya dengan jalan halal, tapi bagi sang istri hal itu ga cukup bahkan merasa kurang-kurang dan kuranggg teruusss….

2 kasus yg berbeda. Yang satu karena konflik internal yang seluruh keluarganya mendukung untuk bercerai tp pasangan ini ga mau bercerai, dan yang satunya karena faktor ekonomi dan X yang membuat pasangan ini masuk dalam proses perceraian padahal seluruh keluarganya MENOLAK perceraian ini.

Dari kasus-kasus ini, aku bisa belajar bahwa pernikahan itu ga sekedar “Qobiltu bla bla blaa….” habis itu walimatul trus malam pertama bikin anak. Tapi pernikahan itu adalah kontrak hidup bersama pasangan kita yang harus dipertanggung jawabkan kepada Allah Swt.

Menikah itu berbeda dengan pacaran, yang kalo udah merasa ga cocok dan berantem bisa putus gitu aja, kalo menikah yg namanya perbedaan, ketidak cocokan dan perselisihan itu pasi ada dan harus disikapi dengan benar, agar semuanya selaras dengan niat awal menikah. Karena setelah nanti kita menikah dan hidup bersama, akan ada masalah-masalah yang mulai timbul dengan berjalannya waktu. Ekonomilah, kebiasaan, adat istiadat, gaya hidup dan lain sebagainya, belum lagi jika kita memilih untuk tinggal di pondok mertua indah, akan ada lagi problem yg timbul yang harus disikapi dengan baik.

Nah, pernikahan itu bukan main-main, bagiku, sekali kamu menikah sebisanya dijaga hingga akhir hayat. dan luruskan kembali niat awal kamu menikah. Jika kalian memutuskan untuk menikah hanya karena dorongan nafsu, hamil diluar nikah, dan bukan atas dasar ibadah, sebaiknya segera deh ubah niatnya agar bisa mencapai pernikahan yang SAMARA.

Niatku untuk menikah muda karena aku ingin menyempurnakan setengah dien-Nya, lalu aku bisa beribadah bersama, tahajud, puasa, sholat dan tilawah bareng bersama suami. Saling mengingatkan dan menguatkan. Terlalu idealis yaa?? Lebayy yaa?? hahaa… :D tapi itulah rumah tangga yg aku inginkan. Meskipun aku tau nantinya akan ada konflik dan problematika yg akan timbul seiring dengan berjalannya waktu, tapi aku harap aku dan suamiku nanti bisa menyikapinya dengan benar. Entah siapa yg menjadi suamiku nanti, biar Allah aja yg menentukan. Pilihan Allah lebih baik daripada pilihanku. Amin

Hahahaaaayyy….

So, siapkah kalian untuk menikah?? memasuki episod baru dalam hidupmu??

-tyz-

ps. Bagi yang udah menikah, monggo di share biar yang laennya juga bisa belajar.. ^_^

Catatan Harian, X & Y KenanganJuly 21, 2010 12:43 pm

Wanita, didalam al qur’an telah diatur begitu rupa. dan seorang wanita sangat diagungkan dalam islam. Di dalam al qur’an wanita telah diperintahkan untuk berhijab atau menutup aurat. Hal ini diterangkan dalam surat Al Ahzab

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)

Saya memulai memakai hijab ini sejak kelas 2 sma semester 2. Sebenarnya panggilan itu telah datang sejak kecelakaan itu menimpa saya hingga tangan saya patah.

Saat itu saya masih punya pacar, dan ketika itu sebenarnya saya dilarang buat jalan dan pergi berdua sama pacar, karena orangtua semuanya lagi dibandung, menemani kakakq yang sedang ospek. Tapi aku berbohong sama ibu dan aku pergi berdua sama pacar, dan ketika pulangnya. Duuuaaarrrrr…..dia menabrak mbah-mbah yang naek sepeda ontel dan entah menjadi seperti apa, saat itu aku udah terkapar, tidak merasakan sakit, tapi aku melihat tangan kiriku udah melembung, alias bengkak.

Pacarku menitih ku untuk bangun dan duduk dipinggir jalan, dan dia membelikan aku minum. Aku melihat tanganku telah menetes darah yg cukup banyak, karena telapakku yang sobek.

Dibelakangku ternyata ada temen-temen 1 organisasi (saat itu organisasi bayangkara) dan mereka menolongku bersama pacarku. sebagian mengurus kendaraan, sebagian mengantarkan aku dan pacarku.

Saat itu aku ga bisa mikir apapun, aku hanya berharap tanganku ini ga parah, dan aku bisa menyelesaikan sendiri tanpa sepengetahuan orangtuaku.

Tapi ternyata, begitu aku masuk UGD, tanganku diperban ga karuan, dan ketika aku tanya pada perawat yg mengurusi tanganku, sebenernya tanganku kenapa? dan bisa sembuh dalam waktu dekat ga?
dan ia menjawab, wah tangan mbak itu kayaknya patah, paling cepet sembuh 2 bulan.

Aku langsung tersentak, 2 bulan. Ini ga bisa disembunyiin dari bapak ibu. Tiba-tiba si dokter bilang tanganku harus dioperasi, nah lo..duit darimana, hidup ditinggal orang tua, duit juga mepet pula, tapi pacarku punya tabungan tak seberapa sih…akhirnya dia diantar temanku seorganisasi pulang kerumahku untuk ambil tabungannya yang ada diaku, dan mengabari adek dan pembantuku kalo aku kecelakaan, dan minta bantuan saudara yg bisa mengurusku dg cepat.

Untungnya ada saudara yg dekat yg kebetulan bisa mengurusku, dan biaya operasi untuk waktu dekat. Setelah dironsen dan tetek bengek aku menelepon ibu lewat hape pacarku, saat itu ibu perjalanan pulang dari pengajian keluarga dijakarta, dan aku mengabari kalo aku menabrak seorang bapak2 hingga kepalanya bocor dan tanganku patah. Sebenernya saat itu juga ayah dan ibu ingin langsung kesemarang, tapi bis yang menuju semarang udah habis, hingga pagi2 dini hari ayah dan ibu berangkat kesemarang.

Berhijab

Singkat cerita karena kejadian itu, hatiku merasa bersalah banget sama ibu dan bapak. Aku membohongi mereka, hanya demi kesenanganku. Aku bener-bener bersalah. Dalam hati, untung hanya tanganku yang patah,bagaimana jika yang lainnya.

Sebulan kemudian, tanpa diduga pacarku meninggalkan aku, dalam keadaan tanganku masih digips dan ga bisa ngapa-ngapain. Hatiku hancur untuk kesekiankalinya. Dan tempatku berlari adalah Allah. Hatiku tergugah untuk menggunakan hijab. Awal mula aku menggunakan baju yang panjang-panjang niatnya untuk menutupi tanganku yang di gips. Tapi lama-kelamaan terbesi niat untuk menutup aurat dengan menggunakan hijab.

Dan akhirnya pada saat kelas 2 SMA sem 2, aku resmi menggunakan jilbab. Tapi ketika saat itu, aku hanya sekedar memakainya, ilmu agama hanya sebatas aku mengetahui tidak mendalaminya.

Tapi sekarang, sejak Allah menegurku dengan caraNya, TYAS yang sekarang sangat berbeda dengan TYAS yang dulu yang hanya menggunakan jilbab tanpa aku mengindahkan perintah-perintahNya yang lain. Berbeda dengan TYAS yang setahun lalu masih haha hihi ga jelas dan sangat terpedaya dengan cinta dunia. Aku seperti terlahir kembali, meskipun aku ga bisa melupakan bagaimana masa laluku yang kelam, sangat-sangat kelam dan gelap. Ta ingin aku mengungkitnya dan meniliknya lagi.

Kali ini aku benar-benar tergugah, aku seperti baru dibangunkan dari tidur panjangku. Akh…kemana saja aku ini,kenapa aku menunggu untuk ditegur baru aku sadar tentang tanggungjawabku dalam menggunakan hijab ini dan tentang tanggungjawab atas kehidupanku didunia ini. Akh…kenapa baru sekarang aku tergugah untuk lebih dalam mencintaiMu…???

Kali ini, aku menggunakan hijabku bukan sekedar menggunakannya, bukan sekedar untuk penutup kepalaku saja, bukan sekedar untuk hiasan yang menempel pada tubuhku. Aku menggunakannya untuk lebih mendekatkan diri dalam mencintaiNya, untuk meraih keridhoanNya, untuk memenuhi panggilanNya dan perintahNya.

Semoga, aku belum terlambat untuk berubah..

UncategorizedJuly 1, 2010 10:53 pm

Heeee….
sebenernya notes ini lebih menjurus pada curcol alias curhat colongan sih…

Jadi begini, awal masuk kuliah di fakultas bahasa dan ilmu budaya ini aku udah mengikat kontrak setia sampai akhir hayat pada kekasihku. Tapi akhir-akhir ini ada yang menggoda imanku untuk menduakan cintaku pada kekasih pertamaku. Waaahhh…benar-benar menggoda.

Yap…disemester 6 ini dimana seharusnya aku semakin dalam mencintai kekasih pertamaku, dan aku seharusnya mulai mendalami seluk beluk kekasih pertamaku ini. Tapi dilain pihak ada seseorang yang memaksaku untuk dekat dengan yang lainnya yang akhirnya menjadi pacar keduaku. Awalnya aku menolak dengan halus karena aku mau setia dengan pacar pertamaku, tapi dosenku memaksa dengan halus untuk mendekati dia, syukur2 bisa bercinta dengan dia. [Dengan terpaksa] Setiap hari aku nyantronin perpustakaan demi dia, menelan tumpukan-tumpukan skripsi demi dia, mengumpulkan buku-buku untuk dia juga. Sampai-sampai aku lupa dengan kekasih pertamaku.Entah dimana sekarang kekasih pertamaku, mutung mungkin dan pergi meninggalkanku.

Kemaren sempet curhat dengan sahabatku, tentang hatiku yang mulai mendua, sahabatku sih bilang aku harus setia dengan kekasih pertamaku, karena memang dari awal, dari aku menginjakkan kaki dikampus ini aku telah menyatakan cintaku padanya.Bahkan dihadapan orangtuaku aku menyatakan aku mencintainya dengan sangat. Siang malam aku mendalami dan semakin membuat aku jatuh cinta padanya.

Selingkuh

Yaaa…jujur sih, sejak aku dekat dengan pacar keduaku, aku mulai tertarik juga untuk mendalaminya, untuk mengorek lebih dalam tentangnya, dan untuk kenal lebih dekat dengannya. Coba korek2 info dari temen2 yang lain, dari penjelasan temenku dan dosenku, membuatku semakin goyah untuk setia dengan pacar kedua.Tapi aku ga tega ninggalin kekasih pertamaku.

Huuffttt….aku mencoba mendekati kekasih pertamaku lagi, menghabiskan malam2 dengannya lagi yg sebelum2nya aku menghabiskan malam dengan pacar keduaku. Melek sampek tengah malam demi pacar keduaku….ughh…aku merasa berdosa dengan kekasih pertamaku. Apa yang harus aku lakuin sekarang yaa?? *Bingung mode:on*

Oh yaa….aku lupa memperkenalkan kekasih pertamaku dan pacar keduaku. Kekasih pertamaku itu adalah Sastra dan pacar keduaku itu Bahasa.

Aku sangat mencintai sastra sejak aku kecil, dan dijenjang perkuliahan ini aku mendalami sastra, terutama sastra inggris.Apapun yang berbau dengan sastra, baik poem, short story, novel, and etc. Tapi sekali lagi, di semester ini yg sharusnya aku menyiapkan skripsi tentang kesussastraan, aku dipaksa secara halus untuk mendalami bahasa. Yang sejak awal aku udah ga respek dengan hal-hal yang berbau linguistik. Tapi dosenku ga mau tau [maklum dosen bahasa], beliau menyuruhku untuk mendalami apa yang ia berikan, dan tidak memberikan kesempatan padaku buat mendalami apa yang aku cinta.

BErhari-hari aku menjamur di perpus dengan tumpukan skripsi dan buku2 tentang ke-bahasa-an.Mencari materi, tema, teori, jurnal dan sebagainya. Ini semua demi 3 matakuliah [yang bebannya cukup berat] yang di ulang oleh 1 dosen [yang sulitnya minta ampun] dengan tema sama tentang [diharuskan] ke-BAHASA-an.

Fiiuuuhhhh…..sekarang aku tau tentang bahasa, bahkan mungkin [dalam waktu singkat] aku lebih tau tentang kebahasaan [meskipun tidak secara dalam] daripada kesastraan, [aku hanya mendalami 1 sub tema dari kebahasaan tersebut].

Disinilah masalah dimulai. Skripsi ini mau aku bawa kemana nantinya?? Bahasa atau tetap setia di Sastra??

Aaarrrrggghhhhh…..semuanya membuatku bingung.

Apa aku harus sholat istikharah dulu ya? untuk menentukan kepada siapa aku akan setia untuk skripsiku ini??

Uncategorized, Catatan HarianApril 13, 2010 11:30 am

Hmmm…jadi ceritanyo begini…,

Suatu hari, aku lagi ribut ama ibu masalah kerjaanku yang mpe malem banget kerjanya.
Ibu ga mau aku seperti itu, so…berfikirlah otakku bagaimana aku bisa memutarkan uang
yang barusan aku dapat ini.

Munculah ide-ide gila ada didalam kepala ku :
1. Merealisasikan ide bapak ibu buat nge bangun WR. Makan di blora
Tapi setelah dipikir-pikir duitnya kagak cukup, coz musti rombag ruangan

2. Berhubung aku suka banget nge-desain, aku coba-coba ngedesain rok gamis, jilbab ama mukena
Dengan duit aku, kupikir cukuplah untuk membeli kain dan belajar menjahit dulu, meskipun ibu menyanggupi untuk
menjahitkan tapi, aku juga pngen bisa menjahit dan membuat baju.

So…. setelah dipikir dan dirembug dengan perdebatan yang alot….*ok lebay deh…* finally Ibu dan bapak menyetujui.
terus, aku sms deh ke senpai ku, buat pesen kelas khusus untuk belajar menjahit. Beliau menyanggupi dan siap membelikan
kain untuk percobaan.

Aku datang dengan menyodorkan 5 desain rok gamis, 5 desain jilbab, dan 5 desain mukena tentunya versiku dan modifikasiku.

Pelajaran pertama adalahhhhhhhhhh….. ngebersihin mesin jahit dan mengenal mesin jahit…
Perlu anda tahu, ini mesin jahit lebih terbaru dripada yang ada dirumah, tapi beratnya minta ampun dan cukup membuat keringetmu
bercucuran.

Selanjutnya beliau membuka sak kerdu catatan dan berbagai macam bentuk pola dan aku disuruh membaca teory-teorynya.
Hmmmm….aku baru ngerti ada istilah macem-macem kek-gini, hohohoooo…..

Fine, selanjutnya aku disuruh mengukur berat badan…ups…maksudnya ukuran badan…berhubung pertama kita mau bikin rok, ya ukuran
pinggul perut dan panjangnya yang kita ukur. setelah ukur- mengukur selesai, aku disodori kertas dengan berbagai rumus didalamnya

aku : (menatap kertas tersebut dengan muka cengok)
Senpai : ini hitungannya, coba dihitung sekarang
aku : emang ada hitungannya ya? (kalem)
Senpai : lha iya donk…
aku : kayak matematika aja.

dan aku pun menghitung mengikuti rumus beraneka ragam, hingga dapet hasil bahwa pinggulku berukuran 27. Whattt????? kecil amat pinggul ku yap??
*ga yakin dengan hasil hitungan aku*. dan aku pun bertanya lagi pada senpai, masalah rumus, barangkali ada kesalahan dalam perumusan.
ternyata enggak salah tu rumus, dan hitungankupun bener…. Hmmm…yasudahlah, mungkin emang pinggulku kecil kali *mencoba membela diri*

Setelah berpusing-pusing dengan hitungan yang semakin ga jelas, aku disodorin lagi kertas koran, penggaris dan spidol.

Senpai : sekarang kamu gambar
aku : gambar apa?
Senpai : gambar polanya
aku : (dengan lagak sok mudeng) lha ini udah ada 5 pola-nya, tinggal pilih aja kan.
Senpai : buka pola itu, tapi pola untuk motong kainnya nanti.
aku : Hooooo…..gt ya??

Dan aku pun mengambil kertas koran itu dengan bahagia dan langsung aja aku gambar pola seperti dalam contoh. setelah itu aku sodorin lagi ama senpai

aku : udah ni….
Senpai : lho?? kecil banget??
aku : aku ngikutin sperti yang di contoh (jawabku kalem dan polos)
Senpai : bukan gitu, tapi kamu bikin dengan ukuran yamg sebenernya
aku : *ngek ngok* (mencoba berfikir, menggambar dengan ukuran sebenernya paling enggak butuh 2 meter kertas)
Senpai : itu kertas koran disambung-sambung nanti juga jadi (seraya tau apa yang ada dalam benakku)

aku pun patuh dengan perkataan senpai, secara aku murid baik, berhati halus, suka menabung dan gemar menolong :D
Setelah hampir 3 jam mencoba menggambar pola dengan hasil yang (tidak bisa dikatakan) sempurna, so aku pun menyerahkan kepada senpai.
Setelah senpai melihat, aku pun langsung ijin pulang alias ngacir.

Hari-hari selanjutnya, senpai udah menyiapkan kain untuk aku mulai menjahit. Akhirnya pola yang aku bikin dengan susah payah dan keringet bercucuran ga ke pake
soalnya hasilnya (bisa dikatakan) berantakan. so akhirnya senpai memutuskan menggunakan cara bodoh (mungkin karena berfikir ini murid bego banget yak…) Hahahaha….
kain di jembreng trus contoh baju disiapkan dan digunting menurut contoh baju. (dan aku berfikir, kenapa ga dari kemaren aja kayak
gini?? kan ga capek nge gambar pola yang ruwet kek- gt)sumpah ini bener-bener cara yang bodoh banget dah…

Setelah itu inilah waktu yang dinanti, menjahit kainnya. Dengan semangat 45 akupun mencoba menjahit.
Hmmm….
Sekali…. bagus…
dua kali…. kok jadi gini??
tiga kali…. waittt…kenapa gini??
keempat kali… mulai berhenti menggoyangkan kaki dan memanggil senpai dengan wajah sengok lagi.
mesin jahit kuno

aku : ini gimana kok gini?
senpai : lho…lha piye to? *dengan wajah bingung*
aku : ga tau gimana kk bisa kayak gini *memasang wajah memelas biar ga disemprot*

selanjutnya senpai membetulkan itu jahitan dan mesinnya, dan akupun mencobanya lagi/
Sekali…tersenyum…
dua kali… hohohohooo…*berfikir* udah mulai lancar nih…
ketiga…. lho kok… *muncul bunyi-bunyian aneh*
keempat….. *mesinnya mati sendiri, ga mau jalan* dan sekali lagi aku memanggil senpai.

senpai : kenapa lagi?
aku : itu mesinnya…*masang tampang bingung + takut*
senpai : *menghampiri tu mesin ta berdosa*
aku : tadi ada bunyi aneh trus brenti ga mau jalan
senpai : *diem sambil ngebuka mesin dan ngutal-atik*
aku : *menkeret dipinggiran ruangan*

Selanjutnya aku memikirkan cara, mikir gimana kalo ternyata parah rusaknya??

Senpai : kayaknya mesinnya rusak, tadi kamu apain??
aku : ga ngapa-ngapain, cuman nge genjotnya kayaknya kekerasan, trus ada yang nyangkut tapi tak paksa jalan lagi *jawaban polos*
senpai : nyangkut dimana?
aku : benang bawah kayaknya..
senpai : *membuka-buka benang bawah*
aku : gimana?
Senpai : kayaknya rusak beneran dah
aku : terus?
Senpai : dirumah ada mesin jahitkan? di jahit sendiri aja ya, ntar kalo bikin pola ama guntingnya disini ga apa-apa (kek-nya senpai kapok deh ngajarin aku jahit pake mesinnya)

So, dengan kecepatan kilat aku nge beresin kain dan jarum yang berceceran dan sisa-sisa kain yang ada langsung cabut pulang.

Huffttt….
dalam perjalanan aku berfikir, dari 5 desain rok gamis, 5 desain jilbab, 5 desain mukena dan ga ada satupun yang jadi ataupun beres, jangan-jangan emang aku ga ada bakat lagi buat
jahit- menjahit….ato mungkin cuman di desain aja kali ya bakatnya??

Hohohohooo….mendingan jauh-jauh deh dari mesin jahit daripada ada korban lagi ntar urusan jahit menjahit serahkan pada ibu saja…. aku bagian nge desain saja… *.*

Uncategorized, share ilmuMarch 21, 2010 12:57 pm

Berbahagialah menjadi kaum Perempuan

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:

1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.

2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.

3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.

4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.

5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.

6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.

7. Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.

8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki.
Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk”MEMERDEKAKAN WANITA “.

Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?

1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidakakan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya , ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya
ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu :sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita… kan

wah ngerti itu, senengnya ^^ tambah semangat nih.

Source : Rikha (my best friend)